Dialog, Makna, dan Pembelajaran Hermeneutika untuk Guru SMK

Authors

  • Andi Hermawan SMK PGRI Cibinong Author

Abstract

Pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tidak hanya tentang 
membentuk tenaga kerja terampil, tetapi lebih dari itu: membentuk 
manusia yang mampu memahami makna dari apa yang ia pelajari dan 
kerjakan. Di balik setiap kegiatan praktik bengkel, simulasi bisnis, atau 
proyek layanan, tersembunyi peluang untuk menghadirkan nilai, makna, 
dan kesadaran akan diri dan dunia. Di sinilah letak urgensi dari pendekatan 
hermeneutika dalam pendidikan vokasi.
 Hermeneutika, secara tradisional dikenal sebagai filsafat penafsiran 
teks, telah berkembang menjadi kerangka pemahaman yang lebih luas—
 yakni sebagai seni memahami kehidupan, pengalaman, dan hubungan 
antarmanusia. Dalam konteks pendidikan, hermeneutika mendorong 
guru untuk tidak sekadar menjadi instruktur, melainkan menjadi penafsir 
makna dan fasilitator dialog, tempat siswa belajar bukan hanya “bagaimana 
melakukan” tetapi juga “mengapa hal itu bermakna.”
 Di sisi lain, pendekatan deep learning dalam pedagogik memberikan 
fokus pada pembelajaran yang mendalam, reflektif, dan aplikatif. Ia meng
ajarkan siswa untuk memahami secara kritis, mengaitkan antara teori dan 
kehidupan nyata, serta mengembangkan kompetensi melalui pengalaman 
yang bermakna. Integrasi deep learning dan hermeneutika memberikan 
arah baru dalam pendidikan SMK yang selama ini terlalu disederhanakan 
ke dalam angka-angka nilai dan target keterampilan.

Downloads

Published

2025-09-23