URGENSI MENJADI GURU NAHDLIYIN MARHAENIS DI VUCA DAN SOCIETY 5.0 Ideologi, Kebangsaan, Transformasi, dan Inovasi Pendidikan

Authors

  • Andi Hermawan SMK PGRI Cibinong Author

Keywords:

Guru Nahdliyin, Marhaenis, Vuca

Abstract

“Menjadi Guru Nahdliyin-Marhaenis” bukan sekadar istilah ganda 
yang romantis atau simbolik. Ia adalah identitas ganda yang saling mengu
atkan. Seorang guru Nahdliyin adalah penjaga tradisi keilmuan Islam 
Nusantara, penanam nilai Aswaja yang penuh rahmah, tawassuth, tawazun, dan tasamuh. Sedangkan guru Marhaenis adalah pendidik yang berpihak pada kaum kecil, pembela keadilan sosial, dan pelaku pendidikan pembebasan sebagaimana diamanatkan oleh Bung Karno. Keduanya, jika berpadu dalam satu jiwa pendidik, akan membentuk sosok transformasional yang tidak hanya mengajar, tetapi juga mencerahkan, membebaskan, dan membangun bangsa dari akar rumput.

Buku ini disusun sebagai respons terhadap tiga krisis mendasar 
dalam pendidikan kita hari ini: krisis ideologis, krisis kebangsaan, dan 
krisis transformasi guru dalam menghadapi era digital yang sarat artifi
cial intelligence namun kerap kehilangan arah moral.  Guru—yang seharusnya menjadi benteng peradaban —justru sering kali terjebak dalam rutinitas  administratif, tuntutan kurikulum, dan tekanan  performa, hingga kehilangan kedalaman makna dan  arah perjuangannya

Downloads

Published

2025-09-24